MTsN Sewulan
Dagangan Madiun merupakan lembaga Pendidian yang bernaung di bawah Kementerian
Agama RI.Menghadapi Tahun Pelajaran 2012/2013, MTsN Sewulan Dagangan Madiun akan
membuka Pendaftaran Siswa Baru dengan kegiatan sebagai berikut :
Persyaratan Umum :
Agama Islam
Usia maksimal 15
tahun per 12 Juli 2012
Lulusan SD/MI
Bisa Membaca dan Menulis dengan lancar
JALUR REGULER
Syarat-syarat :
Usia maksimal 15
tahun per 12 Juli 2012
Lulus SD/MI
Mengisi Formulir
Kelengkapan Berkas Pendaftaran sbb :
Mengisi formulis pendaftaran yang sudah
disediakan
Menunjukkan Nomor UASBN asli
Menyerahkan fotocopy Nomor UASBN 1 lbr
Pas foto hitam putih ukuran 3 x 4 cm sebanyak 2 lembar
Bebas biaya pendaftaran
Masukkan berkas Pendaftaran di Stopmap Merah (Pi) kuning (Pa)
Waktu pendaftaran : Senin – Sabtu Tanggal 21 -26 Mei 2012
Jadwal kegiatan
Tanggal
Waktu
Kegiatan
21 – 26 Mei 2012
07.30 - 11.00
Pendaftaran Calon
Siswa Baru
27 Mei 2012
07.30 - 11.00
Tes masuk
29 Mei 2012
07.30 - 12.00
Pengumuman penerimaan
26-29 Juni 2010
07.00 - selesei
MOS
·Tempat Pendaftaram :MTsN
Sewulan Dagangan MadiunJl. Pasar
sleringDagangan Madiun 63173
Tlp.(0351)367189.call center (0351)7860740,
·Pengumuman penerimaan siswa
baru akan di up date setiap hari di : www.mtsnsewulan.com
Pagu sampai hari ini 270 dan sudah ada 230 pendaftar dari Jalur UNGGULAN dan UNDANGAN
Al Hafizh Abu al Khair as Sakhawi mengatakan bahwa peringatan maulid Nabi yang mulia itu tidak dilakukan atau dinukil dari salaf pada masa abad ke 3 Hijriyah, dimulai peringatan maulid tersebut setelah abad ke 3 Hijriyah. Pada acara tersebut diadakan berbagai amal kebajikan, membaca kitab maulid dan menampakkan kegembiraan atas kelahiran Nabi. Sehingga tampaklah keberkahan pada mereka.
Dari kalangan pembesar-pembesar negara, yang mula-mula mengadakan perayaan untuk memperingatinya tercatatlah nama Raja Mudhaffar Abu Sa’id penguasa Irbil, Irak. Demikian menurut pendapat Imam as-Sakhawi.
Ada sebuah hadits yang
menyebutkan bahwa “Yasin lima quriat lahu”, artinya surat Yasin dibaca
sesuai niat si pembaca. Yasin dapat dibaca saat kita mengharap rezeki Tuhan,
meminta sembuh dari penyakit, menghadap ujian, mencari jodoh, dan lain-lain.
Akan tetapi, dalam praktik sehari-hari, akhir-akhir ini masyarakat sudah
mentradisikan membaca Yasin dalam majelis-majelis kecil di kampung-kampung.
Bahkan sudah lazim bacaan Yasin digabung dengan Tahlil. Tahlil dan Yasin telah
menyatu menjadi bacaan orang-orang NU, dan selalu dapat kita dengar dari
kelompok-kelompok kecil, kadang di siang hari, sore hari, malam hari, dan pagi
hari.
Lebih dari itu, surat Yasin sudah menjadi kebiasaan masyarakat bila salah satu
keluarga ada yang sakit kritis. Surat Yasin dibaca dengan harapan jika bisa
sembuh semoga cepat sembuh, dan jika Allah menghendaki yang bersangkutan
kembali kepada-Nya, semoga cepat diambil oleh-Nya dengan tenang.
Ada kalanya Yasin dibaca sendirian, ada juga bersamaan dengan tetangga yang
lain. Yang jelas, orang yang sakit sudah ridak ada harapan lagi untuk sembuh
karena tanda-tanda akan diakhirinya kehidupan ini sudah jelas. Dan surat Yasin
menjadi pengantar kepulangannya ke hadirat Allah.
Dalil orang-orang NU membaca surat Yasin ini adalah, pertama dalam hadits
riwayat Nasa'i bersumber dari Ma'qal bin Yasar al-Muzan mengatakan, Rasulullah
SAW pernah bersabda:
اقْرَؤُا يس عِنْدَ مَوْتَاكُمْ
“Bacalah surat Yasin di samping saudaramu yang sedang sekarat.”
Hadits ini juga berlaku bagi yang masih hidup untuk membacakan Yasin untuk yang
sudah meninggal. Persis seperti sabda Rasulullah: Laqqinu mautakum La ilaha
illallah (Tuntunlah orang mati dengan kalimat La ilaha illallah).
Dan termasuk dalam hadits ini adalah bacaan Yasin di atas makam. (Demikian
penjelasan dalam kitab Kasyifatus Syubhat, hlm. 263)